Juzuk 5: Kecaman buat sifat nifaq

Selain menghabiskan perihal perkahwinan dari segi syarak dan kepentingan Islam dengan sebab menghilangkan keladak-keladak jahiliyah daripada diri umat Islam, bahagian akhir surah an-Nisa dalam juzuk 5 ini secara keseluruhannya menjurus kepada kecaman terhadap sifat nifaq dan kaum munafiqin, serta seruan terhadap kaum muslimin untuk memberi sepenuh keimanan yang serius, lurus dan benar kepada Allah s.w.t.

“Maka apakah yang menyebabkan kamu (berpecah) menjadi dua golongan terhadap kaum munafik itu, padahal Allah telah menjerumuskan mereka (ke dalam kekufuran) disebabkan apa yang telah mereka usahakan? Adakah kamu pula hendak memberi pertunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan oleh Allah? Padahal sesiapa yang telah disesatkan oleh Allah, maka engkau tidak sekali-kali akan mendapat jalan untuk menyelamatkannya.” (Ayat 88)

Turut ditekankan ialah sikap orang-orang muslimin dalam soal setiakawan dengan kelompok manusia yang lain, kepimpinan orang muslimin yang khusus dan sikap-sikap mereka yang meringan-ringankan persoalan agama mereka atas dasar mengambil hati atau menjaga hubungan sosial atau kepentingan dengan kaum munafiqin.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Adakah kamu hendak mengadakan alasan yang terang nyata bagi Allah untuk (menyeksa) kamu?” (Ayat 144)

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu ditempatkan pada tingkatan yang terkebawah sekali dari (lapisan-lapisan dalam) neraka. Dan engkau tidak sekali-kali akan mendapat sesiapa pun yang boleh menolong mereka.” (Ayat 145)

Juzuk ini berakhir dengan satu ayat yang menjelaskan tentang hakikat sifat Allah s.w.t. dan hubungannya dengan para hambaNya.

“Apa gunanya Allah menyeksa kamu sekiranya kamu bersyukur (akan nikmatNya) serta kamu beriman (kepadaNya)? Dan (ingatlah) Allah sentiasa Membalas dengan sebaik-baiknya (akan orang-orang yang bersyukur kepadaNya), lagi Maha Mengetahui (akan hal keadaan mereka).” (Ayat 147)

Rujukan: Syed Qutb – Fi Zilalil Quran

Oleh:
Fakhruddin Afif Fauzi
Ketua Biro Belia
ISMA Alor Setar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *